Azab dan Sengsara adalah sebuah novel yang ditulis oleh Buya Hamka pada tahun 1920. Novel ini menceritakan kisah seorang pemuda Minang bernama Zainuddin, yang terkena azab dan sengsara dalam hidupnya. Kisah ini diangkat dari latar belakang kehidupan masyarakat Minangkabau pada masa itu, yang masih sarat dengan tradisi dan adat istiadat.
Perhatikan kutipan resensi berikut! Judul buku : Azab dan Sengsara . Karya :Merari Siregar . Penerbit : Balai Pustaka, terbitan XVII, 2000
Sinopsis. Suatu keluarga mempunyai dua orang anak, seorang bernama Tohir (setelah dewasa bergelar Sutan Baringin), dan seorang lagi perempuan, adik Sutan Baringin yang kemudian menikah dengan Sutan di atas, seorang Kepala Kampung A dari Luhak Sipirok, dan mempunyai seorang anak tunggal laki-laki bernama Aminu'ddin.
Salah Asuhan juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris dengan judul Never the Twain dan diterbitkan oleh Lontar Foundation. Novel ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dan Tiongkok, serta berhasil menjadi salah satu novel terjemahan laris di Cina. Hingga tahun 2008 novel Indonesia ini sudah dicetak ulang sebanyak 36 kali.
Sinopsis Novel Ca Bau Kan: Hanya Sebuah Dosa. Awal kisah dari novel ini dinarasikan oleh Ny. Dijkhoff yang tinggal di Belanda. Ia diceritakan datang ke Jakarta karena ingin mencari tahu asal-usul keluarganya. Cerita pun bergulir tentang ibu Ny. Dijkhoff yang bernama Siti Noerhaijati atau yang kerap disapa Tinung.
SuHbk.
sinopsis dari novel azab dan sengsara