Penyimpangan Hizbut Tahrir🔊 Ustadz Sofyan Chalid Ruray, Lc Hafizhahullah.HTI IKHWANUL MUSLIMIN KHAWARIJ SURURI DAN TAKFIRI MURJIAH LDII NII DAN LIBERAL D
63sxM.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pancasila terdiri dari 5 sila, dan tiap-tiap sila pasti terjadi penyimpangan salah satunya pada sila agama islam, kita dianjurkan untuk menjalankan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Akan tetapi, ada golongan yang mengatasnamakan islam namun ajaran dan akidah nya salah, yaitu wahabi dan hizbut tahrir. Sebenarnya ada 3 golongan yang harus diwaspadai oleh kaum muslimin karena ajarannya yang menyimpang. Namun di Indonesia sendiri hanya ada 2. Mengapa disebut berbahaya? Mari kita simak penjelasan nya. Wahabi adalah pengikut dari Muhammad bin Abdul Wahab. Nama wahabi sendiri diambil dari nama pendiri golongan ini. Ajaran abdul Wahab yang menyesatkan umat islam, di antaranya Mewajibkan umat islam untuk mengikuti madzhab nya, sedangkan madzhab wahabi sangat bertolak belakang dengan Al-qur'an dan Hadits. Mengharamkan Shalawat Nabi, kenapa harus diharamkan? Dalam al-qur'an saja Allah menyuruh kita untuk bershawalat kepada Nabi Muhammad Al-qur'an dan berijtihad semaunyaMengkafirkan ulama islam pada zamannya secara yang paling parah yaitu membid'ahkan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi. Bid'ah adalah suatu perbuatan di mana ia mengharamkan sesuatu dengan hadits atau ayat Al-qur'an tertentu, tanpa menafsirkan lebih dalam lagi makna ayat terebut. Wahabi menisbatkan golongan nya dalam ahlussunnah wal jamaah, yang mana nama wahabi diganti dengan salafi kedua yaitu Hizbut Tahrir. Pendirinya yaitu Taqiyyudin an-Nabhani yang berasal dari Palestina. Hizbut Tahrir masuk di Indonesia sejak tahun 1980. Golongan ini menyesatkan karena memiliki motto "Islam kaffah, Kembali ke khilafah" yang artinya Hizbut Tahrir ingin mendirikan negara khilafah, yang mana jaman ini sudah berakhir lama sekali sejak kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Bukan hanya itu, mereka anti Pancasila dan UUD 45 yang akhirnya dibubarkan oleh pemerintah Indonesia pada 19 Juli 2017. Jika tidak dibubarkan, maka akan mengancam persatuan dan kesatuan NKRI. Di Indonesia sendiri bernama Hizbut Tahrir Indonesia HTI. Biasanya golongan ini memiliki bendera hitam dengan tulisan LAILAHA ILLALLAH. Menurut saya, jika kita tidak ingin terjerumus dalam kesesatan dengan 2 golongan tersebut, maka kita harus memperkuat akidah dan keyakinan kita terhadap ajaran islam yang benar, yaitu ahlussunnah wal jamaah. Dalam sebuah Hadits dikatakan bahwa umat islam akan terpecah belah menjadi 73 firqoh golongan dan barang siapa yang mengikuti ajaranku , kelak ia akan selamat. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
SAAT umat Islam mendekam rasa bagi menghadapi hari-hari sukar negara dengan pengisytiharan total lockdown, kita digamatkan dengan isu persendaan terhadap amalan solat dan baca Yasin dalam Islam serta ajaran sesat yang meletakkan Nabi Muhammad SAW adalah ini sangat menyedihkan, sekali gus menjadi tambahan satu lagi tugas dan usaha dakwah yang perlu dilakukan oleh kita semua umat Selain daripada tindakan pihak berkuasa agama bagi memelihara kesucian Islam di negara ini, saya menyeru umat Islam amnya dan para alim ulamak khasnya agar melipatganda usaha dakwah untuk mengajak umat manusia kembali kepada agama Allah SWT. Kejahilan mesti dibasmi. Rancangan dan channel di semua saluran media seperti elektronik, cetak mahupun Internet untuk membimbing serta membentuk pemikiran dan kefahaman Islam yang benar perlu dilakukan dengan lebih serius. Konsep al amru bil makruf melaksanakan tindakan sebagaimana aturan Syariah dan an nahyu anil munkar mencegah perkara yang bertentangan dengan syariah perlu diaplikasikan dalam setiap sendi dan agensi kerajaan bahkan juga rakyat bagi melahirkan sebuah negara Baldatun Toyyibah Wa Rabbun Ghafur. Perlakuan menghina dan mempersenda amalan-amalan Islam adalah tidak selayaknya keluar dari mulut seorang yang mengaku sebagai muslim atau muslimah. Bahkan turut bercanggah dengan undang-undang negara. Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia YADIM bersedia selapang dada untuk berdiskusi dengan mereka bagi meluruskan kefahaman mengenai Islam agama suci yang kita anut bahkan ia juga adalah agama negara yang kita huni sekarang. Perlecehan terhadap agama Islam seperti yang dilakukan oleh seorang pengusaha kosmetik Ekora baru-baru ini tidak boleh dibiar berlarutan dan ada penirunya sehingga menjadi contoh pada pihak lain bahkan selayaknya diambil tindakan menerusi undang-undang agar Islam tidak lagi berani dipersenda oleh sesiapa. Begitu juga ajaran sesat yang dibawa oleh seorang pengusaha produk Si Hulk yang mendakwa Nabi Muhammad SAW adalah Tuhan. Sebahagiannya menjadikan penghinaan terhadap Islam adalah untuk menarik perhatian, menaikkan rating berita serta melariskan produk mereka. Tindakan demikian sangat tidak bermoral dan bermaruah. Malah selayaknya umat Islam memulaukan mana-mana produk yang dipromosikan melalui cara menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW. Ingatlah firman Allah SWT وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَا أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ Maksudnya Dan jauhkanlah diri dari orang yang menjadikan ugama mereka sebagai permainan dan hiburan, dan mereka pula telah diperdayakan oleh kehidupan dunia dan peringatkanlah mereka dengan Al-Quran itu supaya di akhirat kelak ia tidak terjerumus ke dalam azab neraka dengan sebab apa yang ia telah lakukan. Tidak ada baginya pelindung dan tidak juga pemberi syafaat selain dari Allah. Dan jika ia hendak menebus dirinya dengan segala jenis tebusan, nescaya tebusan itu tidak akan diterima daripadanya. Mereka itulah orang yang dijerumuskan ke dalam azab neraka dengan sebab apa yang telah mereka lakukan. Bagi mereka disediakan minuman dari air panas yang menggelegak dan azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab apa yang telah mereka kufurkan. Surah Al An’am 70 NASRUDIN HASSANYang Dipertua YADIM19 Syawal 1442 31 Mei 2021 – HARAKAHDAILY 31/5/2021
- Awalnya sempat terjadi ketegangan saat rombongan aksi Kirab Panji Rasulullah melewati perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur pada 1 April 2017 silam. Pagi sekitar pukul tujuh, pawai puluhan orang dengan atribut Hizbut Tahrir Indonesia HTI dihentikan paksa oleh Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna Banser Nahdlatul Ulama. Adu mulut terjadi karena anggota Banser meminta seluruh rombongan melepaskan atribut HTI maupun bendera-bendera yang dibawa. Peserta rombongan awalnya menolak dan kukuh tidak akan melepaskan atribut. “Penghadangan dan pembubaran paksa kami lakukan karena kegiatan mereka dengan membawa misi konsep khilafah dalam kehidupan bernegara berpotensi memecah-belah umat,” kata Syahrul Munir, Ketua Pengurus Cabang GP Anshor Tulungagung, seperti dikutip Antara. Situasi kondusif setelah aparat keamanan datang dan berhasil menengahi situasi. Aksi serupa juga terjadi di Maluku Utara 20/4. Berbagai organisasi pemuda, masyarakat, serta LSM mendeklarasikan penolakan terhadap HTI. Ketua Nahdlatul Ulama Kota Ternate, Dr. Adnan Mahmud sebagai perwakilan menyatakan bahwa masyarakat Maluku Utara menolak seluruh kegiatan dan ajaran ideologi HTI di daerah mereka. Di Nusa Tenggara Timur NTT, Ketua GP Anshor NTT, Abdul Muis juga punya pandangan serupa. HTI dinilai sudah massif dan buka-bukaan dengan memasang atribut dan poster besar di beberapa ruas jalan di Kota Kupang dan sekitarnya. Dalam bulan April 2017 saja penolakan terhadap HTI berkali-kali terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ada yang berbentuk deklarasi penolakan seperti dilakukan Koalisi Pemuda Bangsa Penjaga Benteng NKRI di Sulawesi Tengah, sampai pembatalan acara Tabligh Akbar HTI di Makassar, Sulawesi Selatan dan Bantul, Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor, Yaqut Cholol Qoumas, reaksi masyarakat di berbagai daerah ini seharusnya segera direspons. “Sejauh ini belum ada tindakan nyata untuk membubarkan HTI yang jelas-jelas ingin mendirikan negara khilafah,” kata Yaqut. Menurutnya membiarkan organisasi semacam ini berkembang akan berpotensi mengancam keutuhan negara. Apalagi menurutnya HTI menjadikan kampus-kampus sebagai titik-titik merekrut anggota baru. “Saya juga bingung, apa sih yang ditunggu sehingga penanganan HTI ini terkesan lamban?” tanya Yaqut yang juga merupakan salah satu anggota DPR RI Tahrir dan Hizbut Tahrir Indonesia Kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia HTI tidak bisa dilepaskan begitu saja dari Hizbut Tahrir di Palestina yang didirikan oleh Taqiyuddin an-Nabhani pada 1953. Kehadirannya sebagai gerakan politik memang mengusung panji penegakan sistem khilafah al-Islamiyah. Ide ini memunculkan konsekuensi bahwa gerakan Hizbut Tahrir—yang awalnya merupakan partai politik di Palestina—menyebar dan punya sifat lintas negara. Secara garis besar, tujuan Hizbut Tahrir adalah menghidupkan konsep politik yang diklaim merupakan kewajiban dalam kitab suci, sunah, dan telah diwujudkan dalam sejarah kekuasaan Islam sejak era Nabi Muhammad sampai kejatuhan imperium Utsmani Abad ke-18 Masehi. Menurut pendirinya Taqiyuddin an-Nabhani dalam tulisannya di kitab Daulah Islam dan kitab Mafahim Hizbut Tahrir yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh HTI Press sejak 2004 dan 2007, generasi umat Islam saat ini tidak tertarik dengan konsep khilafah karena tidak pernah menyaksikan atau punya pengalaman dengan pemerintahan Islam. Karena gambaran tersebut tidak ada, pada akhirnya muslim memilih menggunakan falsafah hidup lain yang membuat kemurnian Islam menjadi terkikis. Bagi Taqiyuddin, ini adalah kemunduran besar kaum muslimin. Taqiyuddin mengistilahkannya dengan ghazwu ats-tsaqafi invasi budaya yang menyebabkan kaum muslimin enggan menerapkan hukum-hukum Islam pada sistem pemerintahan mereka. Ide Daulah Islamiyah Negara Islam di Indonesia memang sempat muncul saat Kartosuwiryo melakukan pemberontakan DI/TII di masa pasca-kemerdekaan. Belakangan dalam bentuk yang berbeda, ia juga muncul dalam bingkai gerakan Negara Islam Indonesia NII. Hanya saja keduanya masih menerapkan atau mengakui batas-batas negara dengan mengganti sistem maupun dasar pemerintahan saja. Sedangkan Hizbut Tahrir secara umum mengupayakan adanya kesatuan tunggal bagi seluruh umat Islam di dunia. Cita-cita yang menerabas batas-batas geografis, kebudayaan, dan politik bangsa-bangsa. Konstitusi Hizbut Tahrir secara sederhana menggunakan kata “Khilafah” dan “Negara” secara bergantian. Bangsa dalam konsep “negara-bangsa” bagi gerakan ini adalah “Islam” yang wilayahnya dinamakan sebagai dar al-Islam wilayah Islam sedangkan di luar itu dinamakan dar al-kufr wilayah kafir. Di dalam dar al-Islam diterapkan hukum Islam, dan di luarnya masuk kategori hukum orang kafir. Dibandingkan dengan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah, usia Hizbut Tahrir Indonesia memang masih sangat muda. Masuk pada 1983 oleh Abdurrahman al-Baghdadi, seorang mubalig sekaligus aktivis Hizbut Tahrir yang berbasis di Australia. Abdurrahman memulainya dengan mengajarkan pemahamannya ke beberapa kampus di Indonesia hingga menjadi salah satu gerakan yang punya anggota cukup banyak saat ini. Jurnal Model Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia, oleh Sudarno Shobron Yang Radikal dan Yang Fundamental Aksi penolakan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia HTI yang belakangan semakin massif umumnya diinisiasi gerakan-gerakan Nahdiyin atau organisasi afiliasinya. HTI saat ini semakin berani ke panggung publik, mengomunikasikan gagasannya dan menyebarkan atribut seperti terjadi di Kupang beberapa waktu lalu. Bagi kalangan penolak keberadaan HTI, massifnya gerakan ini dirasa meresahkan. Jauh sebelum munculnya tindakan massif penolakan HTI, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj sudah lebih dulu membicarakan soal kekhawatiran ini. “Gerakan tersebut saat ini masih kecil dan lemah, tetapi jika tidak diantisipasi lebih dini bisa mengancam keutuhan bangsa,” ujarnya pada 18 Agustus 2016 silam. Bahkan secara tersirat Said Aqil justru cenderung lebih menilai keberadaan Front Pembela Islam FPI di Indonesia lebih baik ketimbang keberadaan HTI. Bagi Said Aqil, FPI bukan gerakan radikal untuk mendirikan negara Islam. Misinya, menurutnya, lebih ke arah “amar ma’ruf.” “Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan. Jadinya malah merusak citra Islam yang damai,” terangnya. Melihatnya dari kacamata terminologi, HTI adalah gerakan fundamentalis yang—di beberapa ide dasarnya—juga mengarah ke gerakan radikal. Fundamentalis lebih menyasar loyalitas penuh pada sebuah ideologi, sedangkan radikalisme merupakan upaya melakukan perubahan untuk mendukung ideologi yang diusung bisa terus berjalan. Jika HTI dipahami sebagai gerakan yang mengupayakan adanya perubahan secara besar-besaran untuk mencapai cita-cita khilafah, maka HTI memang masuk sebagai kualifikasi gerakan radikal. Secara spesifiknya bahkan masuk sebagai gerakan agama radikal. Gerakan ini dianalogikan oleh Yusuf al-Qaradhawi dalam al-Sahwah al-Islamiyyah Kairo, 2001 23-29 sebagai al-Tatarruf ad-Din atau secara sederhana merupakan praktik ajaran agama dengan mengambil posisi tarf atau pinggiran. Sisi yang bagi al-Qaradhawi adalah sisi yang berat dan memberatkan—bahkan bagi pengikutnya. Sekalipun begitu, harus diakui juga gerakan HTI di akar rumput cenderung tidak menggunakan cara-cara kekerasan untuk menyebarkan gagasan khilafah. HTI menggunakan cara persuasif dan tidak/belum muncul informasi maupun bukti mengenai adanya pemaksaan secara massif yang menjadi bagian dari penjaringan keanggotannya. Bahkan gerakan ini juga tidak melakukan cara-cara seperti DI/TII di zaman pasca-kemerdekaan.“Tentang konsep khilafah, HTI sifatnya memberi tawaran. Logikanya sama seperti tawaran menggunakan listrik, berhemat dalam pemakaiannya dan sebagainya. Artinya dalam dinamikanya itu bisa saja diterima atau ditolak,” jelas Ketua HTI Kabupaten Trenggalek, Dr. Fahrul Ulum, saat mengomentari rombongannya dicegat oleh Banser di perbatasan Trenggalek-Tulungagung beberapa waktu karakteristik HTI tersebut, golongan Islam yang lebih moderat dan mayoritas, memang berada di posisi sulit. Secara prinsip, ideologi HTI bertentangan dengan NKRI, tapi sejauh ini dakwahnya tidak bisa dianggap menggunakan cara-cara di luar hukum, juga tidak beraksi menggulingkan pemerintahan. - Sosial Budaya Reporter Ahmad KhadafiPenulis Ahmad KhadafiEditor Maulida Sri Handayani
Jika pengkaji Teori Konspirasi di Barat sering memetik ayat-ayat Bible, pengkaji Teori Konspirasi yang beragama Islam pula sering memetik ayat-ayat al-Quran dan Hadis. Walaubagaimanapun, kadangkala golongan ini memetik ayat al-Quran dan Hadis hanya secara zahir terjemahan sahaja sehingga keluar dari konteks sebenar ayat. Kadangkala ianya bercanggah dengan tafsiran para ulama muktabar. Kebanyakkan orang awam menyangka apabila setiap dakwaan itu dihiasi dengan ayat al-Quran dan Hadis, sudah pasti dakwaan itu benar belaka. Sedangkan, mereka tidak tahu bahawa kebanyakkan ajaran sesat muncul adalah dengan membawa dalil-dalil al-Quran dan Hadis jua. Bukanlah al-Quran dan Hadis itu yang sesat, tetapi tafsiran ke atas dalil itulah yang sesat. Ayat al-Quran dan Hadis walaupun berstatus Sahih mahupun Mutawatir sekalipun, jika ditafsir secara salah dan luar konteks, maka ianya boleh membawa kepada kesesatan. Tidak salah untuk menjadi peminat mahupun pengkaji Teori Konspirasi. Teori Konspirasi tidaklah 100% salah dan tidak pula 100% benar. Maka masyarakat perlu bijak menapis maklumat agar tidak mengambil maklumat yang salah. Oleh itu, perlunya ada ilmu bagi membezakan maklumat benar dan palsu terutama dalam bab agama. Namun apa yang mengejutkan, ramai peminat Teori Konspirasi pada hari ini mengambil asas doktrin Hizbut Tahrir sebagai salah satu huraian utama dalam memahami realiti dunia semasa. Ajaran Hizbut Tahrir pada asalnya adalah merupakan sebuah parti politik yang diasaskan oleh Taqiyuddin Nabhani pada tahun 1953. Taqiyuddin Nabhani pada mulanya merupakan seorang ahli Ikhwanul Muslimin dari tahun 1928 sehingga tahun 1953, namun setelah kecewa dengan kepimpinan Ikhwanul Muslimin, dia bertindak keluar dari Ikhwanul Muslimin malah ingin menentangnya lalu mendirikan Parti Hizbut Tahrir. Negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Algeria, Bahrain, Comoros, Djibouti, Iraq, Jordan, Kuwait, Libya, Mauritania, Mesir, Morocco, Oman, Pakistan, Palestin, Qatar, Somalia, Sudan, Turki, Tunisia dan Syria telah menolak bahkan mengharamkan Hizbut Tahrir. Setelah beberapa negara menghalau tokoh-tokoh Hizbut Tahrir, mereka lari ke Britain dan menubuhkan pusat gerakan baharu di sana kerana lebih bebas untuk bergerak. Di Britain, mereka merekrut para pelajar Islam yang datang ke sana untuk menyebarkan fahaman di negara masing-masing. Di Nusantara, Hizbut Tahrir mula bertapak kukuh di Indonesia dengan nama Hizbut Tahrir Indonesia HTI pada tahun 1986. Kemudian, Hizbut Tahrir mula menjalar menubuhkan komuniti di Malaysia dengan nama Hizbut Tahrir Malaysia HTM sekitar tahun 1996. Namun, Hizbut Tahrir Malaysia bukanlah sebuah pertubuhan yang berdaftar secara sah. Hizbut Tahrir Indonesia pula telah dibubarkan pada tahun 2017 dan diharamkan gerakannya oleh kerajaan Indonesia dengan fatwa para ulama di sana. Penulis enggan menghukumi Hizbut Tahrir kerana bukanlah berautoriti dalam hal ini, tetapi penulis merujuk fatwa dari beberapa Jabatan Mufti atau Majlis Agama Islam Negeri yang bernaung dibawah kuasa Sultan sebagai Ulil Amri agar para pembaca dapat nilai sendiri. Jabatan Mufti atau Majlis Agama Islam Negeri telah mengeluarkan fatwa pengharaman terhadap Hizbut Tahrir sebagai sesat dan menyeleweng kerana Hizbut Tahrir mirip Muktazilah pada akidah dan Khawarij pada politik. Menurut kajian terperinci Jabatan Mufti atau Majlis Agama Islam Negeri, antara penyelewengan Hizbut Tahrir yang terdapat dalam kitab mereka sendiri adalah seperti berikut - 1 Menolak Qadha dan Qadar 2 Menolak adanya Azab Kubur 3 Menyamakan Allah dengan makhluk 4 Menafikan adanya ulama Salaf yang melakukan Tafsir Takwil 5 Para Nabi maksum hanya setelah dilantik 6 Semua orang bebas berijtihad 7 Menuduh umat Islam sesat dan Demokrasi adalah kufur Ajaran Hizbut Tahrir yang paling popular tersebar dalam pemikiran masyarakat tanpa disedari adalah tentang isu “Khalifah”. Pengasas Hizbut Tahrir iaitu Taqiyuddin Nabhani di dalam bukunya “Daulah Islamiyyah” menjadikan hadis riwayat Imam Ahmad dari Huzaifah al-Yamani sebagai asas doktrin ajarannya. Menurut Hizbut Tahrir, dunia akhir zaman terbahagi kepada lima fasa iaitu - 1 Fasa Nabi Muhammad 2 Fasa Khulafa ar-Rasyidin 3 Fasa Monarki Umayyah, Abbasiyyah & Uthmaniyyah kerajaan menggigit 4 Fasa fitnah Dajjal kerajaan menyombong 5 Fasa Imam Mahdi khilafah manhaj NabiMenurut Hizbut Tahrir, umat Islam pada era moden sekarang ini hidup di fasa keempat iaitu fasa fitnah Dajjal. Dunia menuju ke fasa kelima iaitu fasa Imam Mahdi dan Hizbut Tahrir inilah yang dimaksudkan sebagai Khalifah Akhir Zaman. Doktrin ini mula tersebar melalui sebuah klip video Teori Konspirasi di Youtube serta ditulis di dalam blog-blog berbahasa Indonesia. Penceramah-penceramah Teori Konspirasi dari Indonesia kerap menyebar luaskan fahaman ini. Segala maklumat yang bersumber dari blog dan video dari Indonesia ini di “copy and paste” setelah diterjemah ke dalam bahasa Melayu. Doktrin “5 Fasa Akhir Zaman” Hizbut Tahrir yang dahulunya hanyalah ditulis di blog-blog, kini dikutip, dihurai dan diangkat oleh ramai penceramah di dalam Youtube bahkan dalam rancangan television popular. Perhatian sebentar… — Sejak 2012, kami bersungguh menyediakan bacaan digital secara percuma di laman ini dan akan terus mengadakannya selaras dengan misi kami memandaikan anak bangsa. Namun menyediakan bacaan secara percuma memerlukan perbelanjaan tinggi yang berterusan dan kami sangat mengalu-alukan anda untuk terus menyokong perjuangan kami. Tidak seperti yang lain, The Patriots tidak dimiliki oleh jutawan mahupun politikus, maka kandungan yang dihasilkan sentiasa bebas dari pengaruh politik dan komersial. Ini mendorong kami untuk terus mencari kebenaran tanpa rasa takut supaya nikmat ilmu dapat dikongsi bersama. Kini, kami amat memerlukan sokongan anda walaupun kami faham tidak semua orang mampu untuk membayar kandungan. Tetapi dengan sokongan anda, sedikit sebanyak dapat membantu perbelanjaan kami dalam meluaskan lagi bacaan percuma yang bermanfaat untuk tahun 2023 ini dan seterusnya. Meskipun anda mungkin tidak mampu, kami tetap mengalu-alukan anda sebagai pembaca. Sokong The Patriots dari serendah dan ia hanya mengambil masa seminit sahaja. Jika anda berkemampuan lebih, mohon pertimbangkan untuk menyokong kami dengan jumlah yang disediakan. Terima kasih. Moving forward as one. Pilih jumlah sumbangan yang ingin diberikan di bawah. RM2 / RM5 / RM10 / RM50 — Terima kasih Para ulama Hadis Ahlus Sunnah Wal Jamaah tidak mensyarah dan menafsir hadis tersebut sepertimana yang dibawa oleh Hizbut Tahrir. Para ulama tidak pernah membahagikan akhir zaman kepada 5 fasa. Hadis ini bukanlah mengenai kedatangan Imam Mahdi. Menurut Imam Ahmad bin Hanbal yang meriwayatkan hadis ini, beliau mensyarahkan bahawa yang dimaksudkan dalam hadis ini ialah Khalifah Umar Abdul Aziz. Para ulama hadis lain yang sepakat dengan Imam Ahmad bin Hanbal antaranya ialah Imam al-Bazzar, Imam Abu Daud at-Thayalisi, Imam Abu Nuaim al-Asfihani, Imam al-Baihaqi, Imam Ibn Rejab al-Hanbali dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi. Bahkan, datuk kepada pengasas Hizbut Tahrir, iaitu Syeikh Yusuf Nabhani, seorang ulama besar Palestin yang dilantik sebagai Qadhi Beirut oleh Khilafah Uthmaniyyah di zaman mutaakhirin sendiri pun menolak fahaman cucunya itu terhadap tafsiran hadis “khilafah ala minhaj nubuwwah” ini. Syeikh Yusuf Nabhani dalam kitabnya Hujjatullah ala al-Alamin fi Mukjizat Sayyidil Mursalin menyatakan bahawa yang dimaksudkan dalam hadis tersebut ialah Khalifah Umar Abdul Aziz. Doktrin Hizbut Tahrir di Malaysia aktif disebarkan melalui penyebaran risalah setiap kali selepas solat Jumaat di masjid, flashmob, demonstrasi, media sosial, blog dan video di Youtube. Hizbut Tahrir juga giat menyelinap masuk ke institusi-institusi pendidikan terutama sekali melalui aktiviti usrah Muslimat dengan membawa tajuk catchy seperti “Perkasakan Wanita Menuju Kebangkitan Khalifah” dan sebagainya. Hizbut Tahrir sememangnya sering menggunakan sentimen slogan “Khilafah Islam”, “Tegakkan Hukum Syariat”, “Tentera Imam Mahdi” dan “Panji Hitam Dari Timur” sehingga mereka menjadikan bendera putih berkalimah Syahadah al-Liwa serta panji hitam berkalimah Syahadah ar-Rayah sebagai identiti mereka. Hizbut Tahrir seringkali mencabar pihak autoriti seperti Majlis Agama Negeri yang bernaung dibawah kuasa Sultan selaku Ulil Amri di mahkamah atas tuduhan memfitnah kumpulan mereka dan bersikap berat sebelah dalam mengeluarkan fatwa. Namun setakat ini, Hizbut Tahrir masih lagi gagal memenangi kes-kes ini di mahkamah bagi membuktikan tuduhan mereka ke atas pihak Jabatan Mufti atau Majlis Agama Islam Negeri. * Sebarang perkongsian maklumat atau sesi soal jawab, sila follow penulis di RUJUKAN 1 Fatwa Negeri Pahang 2 Fatwa Negeri Selangor 3 Fatwa Negeri Sembilan 4 Fatwa Negeri Sabah 5 Fatwa Wilayah Persekutuan 6 Fatwa Pulau Pinang 7 Fatwa Johor – – 8- Pengharaman Hizbut Tahrir di Indonesia
penyimpangan ajaran hizbut tahrir