UraianCara Kerja Pendingin Ruangan (Sistem AC Ruangan) Berikut cara kerja pendingin ruangan (sistem kerja AC): 1. Kompresor yang terdapat pada sistem pendingin dipergunakan sebagai alat untuk memampatkan fluida kerja ( refrigent ), jadi refrigent yang masuk ke dalam kompresor dialirkan ke condenser yang kemudian dimampatkan di kondenser. 2. Stopwatchmerupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur lamanya waktu yang diperlukan dalam sebuah kegiatan, misalnya mengukur kecepatan pelari dan perenang dalam sebuah lomba olahraga. Stopwatch memiliki tingkat ketelitian 0,1 sekon. 3. Jam Matahari. Jam matahari atau sundial adalah alat yang mengunakan matahari untuk menentukan waktu. Contohnya ohmmeter, amperemeter, voltmeter, KWH meter, wattmeter, multimeter, megger, oscilloscope, dan lain-lain. Berikut ini merupakan cara membaca hasil pengukuran listrik menggunakan amperemeter. Gambar 1: Cara membaca hasil pengukuran listrik menggunakan amperemeter: PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI! 1. Waktudan Tempat. Pendaftaran. Hari, Tanggal: Senin s.d. Senin, 07 s.d. 28 Februari 2022 . Mode: Daring/Online. Pendaftaran, Juknis Lomba: Ketentuan Umum Peserta. Peserta lomba adalah siswa aktif tahun pelajaran 2021/2022 pada SMP/MTs ditunjukkan dengan scan Kartu Pelajar atau Surat Keterangan dari Kepala Dalambab ini alat – alat ukur yang di maksud adalah alat – alat ukur listrik,yang meliputi amperemeter,untuk mengukur ampere (kuat arus listrik ), voltmeter, untuk mengukur volt ( besar tegangan listrik ) dan ohmmeter, untuk mengukur ohm ( hambatan listrik),gabungan dari ketiga alat ukur tersebut di sebut avometer. PNaGlx. Amperemeter merupakan alat untuk mengukur arus tegangan listrik yang ada dalam rangkaian tertutup dengan cara menempelkan alat amperemeter secara langsung ke dalam rangkaian tersebut. Fungsi Amperemeter juga cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari. Amperemeter dapat dibuat dengan cara menyusun mikro amperemeter dan shunt yang nantinya berguna untuk mendeteksi atau mengetahui arus pada rangkaian listrik tersebut, baik arus yang kecil, maupun arus yang besar. Untuk arus yang besar biasa ditambahkan dengan hambatan shunt. Terkait dengan fungsi Amperemeter, berikut selengkapnya! Pengertian Amperemeter Pengertian Amperemeter merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran pada tegangan arus listrik yang biasa terdapat di sebuah rangkaian. Fungsi Amperemeter juga cukup banyak dalam kehidupan sehari-hari. Jika kalian menggunakan alat amperemeter ini maka, kalian akan menemukan dua tulisan A adalah Amperemeter. MA adalah miliamperemeter atau mikroamperemeter. Alat ukur amperemeter ini umunya digunakan oleh para teknisi dalam melakukan eksekusi alat multitester atau avometer yang pada dasarnya merupakan sebuah gabungan dari kegunaan alat amperemeter, ohmmeter, dan voltmeter. Pembuatan Amperemeter biasanya membutuhkan susunan yang disebut dengan shunt dan mikroamperemeter. Apa kegunaan dari Ampere meter itu sendiri? Alat ukur ini biasa digunakan sebagai alat ukur kuat arus listrik dalam rangkaian tertutup. Memang berbeda dengan alat voltmeter, yang pada dasarnya voltmeter itu sendiri mempunyai fungsi untuk mengukur beda potensial yang ada di dua titik yang terdapat pada rangkaian listrik. Namun, voltmeter ini hanya digunakan untuk rangkaian yang dipasang paralel. Sedangkan, jika Ampere meter rangkaiannya juga secara paralel tetapi bersamaan dengan resistansi yang dinamakan resistensi shunt Rsh. Rangkaian tersebut dapat memperbesar batas ukur alat ini. Seperti yang diketahui, alat ukur ini memiliki batas maksimal pengukuran yang harus dipahami. Cara Kerja Amperemeter Amperemeter bekerja sesuai dengan gaya lorentz dan gaya magnetis. Tegangan arus yang mengalir pada kumparan yang diselimuti oleh medan magnet akan dapat menimbulkan gaya lorentz. Pada nantinya akan mampu menggerakkan jarum amperemeter. Semakin besar tegangan arus yang mengalir maka akan semakin besar pula simpangannya. Kemampuan amperemeter bisa ditingkatkan dengan menambahkan hambatan shunt dengan secara parallel terhadap alat amperemeter. Besar pada hambatan shunt itu sendiri tergantung seberapa besar kemampuannya akan ditingkatkanya. Contoh pertama tegangan arus maksimumnya adalah I, namun akan ditingkatkan lagi menjadi I’ = maka besar hambatan shunt. Rsh = Rg = n-1 RG = Hambatan galvanometer mula-mula Related postsMendengarkan Musik Mp 3 Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Menurunkan Risiko PenyakitRekomendasi Kabel VGA terbaik yang bisa Menjadi Pilihan AndaCara Mendapatkan Followers Tiktok Gratis Tanpa AplikasiGame Penghasil Uang Tercepat 2023 Langsung ke RekeningCara Membersihkan dan Merawat AC AndaPentingnya Cloud Communication System Di Era Digital Posted in Alat Ukur – Apa itu ammeter? Bagaimanan cara kerjanya sehingga mampu mengukur besarnya arus yang mengalir dalam sebuah rangkaian listrik ? Mari kita pelajari prinsip cara kerja Ammeter dan Voltmeter yang banyak ditemukan di panel-panel peralatan listrik. Ammeters digunakan untuk mengukur arus listrik dalam satuan amper atau sering disingkat dengan A. Nama tersebut diambil dari nama ilmuwan penemunya. Amper merupakan unit pengukuran untuk menentukan besaran listrik yang bergerak melalui sirkuit. Hukum Ampere pada dasarnya menyatakan bahwa medan magnet dalam loop tertutup, atau sirkuit, berbanding lusurs dengan arus listrik dalam lingkaran itu. Ammeter yang digunakan untuk mengukur arus yang lebih kecil beberapa nama antara lain milliampere dan mikroammeter. Lalu bagaimana cara kerja Ammeter ini? Saat sejumlah arus dialirkan melalui lilitan coil yang berada dalam sebuah ammeter, maka akan menimbulkan medan magnet yang bergerak berlawanan arah dengan aliran listrik. Besaran magnet yang timbul akan menggerakkan sebuah poros penunjuk yang telah diatur sedemikian rupa, sehingga mampu nenunjukan sebuah angka yang ditandai pada panel penunjuk. Prinsip dasar dari sebuah ammeter adalah hukum ohm yang menyatakan besarnya dasya yang mengalir sebanding dengan arus dan voltase. Jenis-Jenis Ammeters Terdapat berbagai macam ammeter yang ada dipasaran. Secara umum ammeter dapat dibagi dalam 2 jenis yaitu jenis Sedangkan berdasarkan cara kerjanya daspat dibagi menjadi Jenis Hot Wire Jenis Induksi Jenis Elektrostatis Lebih banyak dipergunakan di voltmeter Jenis Moving Coil Atau Magnet Tetap Paling banyak dipergunakan Jenis Magnet Tetap Ammeter magnet tetap menggunakan sebuah magnet tetap dan sebuah galvanometer yang dilalui arus listrik. Ammeters digunakan untuk mengukur arus frekuensi tinggi dengan memanfaatkan prinsip panas. Panas yang diciptakan oleh arus listrik yang bergerak melalui kumparan dideteksi oleh termo kopel, yang membantu mendorong indikator bergerak. Fungsi Ammeter Ammeter dapat digunakan untuk membaca arus AC atau arus bolak-balik dan arus searah atau DC. Ammeter dapat ditemukan di panel listrik, peralatan listrik, power supply serta peralatan lainnya. Penggunaan ammeter biasanya berdampingan dengan voltmeter yang bertugas untuk menunjukan besaran voltase yang bekerja pada sebuah rangkaian. Dengan menggunakan ukuran yang ditunjukan oleh kedua alat tersebut sebagai parameter, maka besarnya daya yang mengalir dalam sebuah rangkaian dapat diketahui secara mudah. Tagged Prinsip Cara Kerja Ammeter Dan Voltmeter Related Articles Volt meter adalah alat ukur tegangan listrik. Voltmeter sering dicirikan dengan simbol V pada setiap rangkaian listrik. Voltmeter harus dipasang paralel dengan ujung-ujung hambatan yang akan diukur beda potensialnya. Satuan beda potensial listrik dalam satuan SI adalah volt atau diberi simbol V. Voltmeter sendiri mempunyai hambatan sehingga dengan disisipkannya voltmeter tersebut menyebabkan arus listrik yang melewati hambatan R sedikit berkurang. Idealnya, suatu voltmeter harus memiliki hambatan yang sangat besar agar berkurangnya arus listrik yang melewati hambatan R juga sangat kecil. Komponen dasar suatu voltmeter adalah galvanometer. Galvanometer mempunyai hambatan yang sering disebut sebagai hambatan dalam galvanometer Rg. Voltmeter mempunyai skala penuh atau batas ukur maksimum sesuai dengan nilai maksimum yang tertera dalam alat ukur itu, misalnya 5V, 10V, 20 V, dll. Voltmeter juga dapat ditambah multiplier. Fungsi dari multiplier adalah untuk meningkatkan kemampuan voltmeter berkali-kali lipat. Voltmeter berfungsi sebagai alat untuk mengukur beda potensial listrik. Voltmeter juga disusun menjadi satu dengan ohm meter dan amperemeter menjadi multimeter atau avanometer. Prinsip Kerja Voltmeter hampir sama dengan Amperemeter karena desainnya juga terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier. Galvanometer menggunakan prinsip hukum Lorentz, dimana interaksi antara medan magnet dan kuat arus akan menimbulkan gaya magnetic. Gaya magnetik inilah yang menggerakan jarum penunjuk sehingga menyimpang saat dilewati oleh arus yang melewati kumparan. Makin besar kuat arus akan makin besar penyimpangannya. Desain penyusunan galvanometer dengan hambatan multiplier menjadi voltmeter dapat dilihat pada gambar berikut. Baca Juga Jenis Penyerbukan Fungsi dari multiplier adalah menahan arus agar tegangan yang terjadi pada galvanometer tidak melebihi kapasitas maksimumnya, sehingga sebagian tegangan akan berkumpul pada multiplier. Dengan demikian kemampuan mengukurnya menjadi lebih besar. Jika kemampuannya ingin ditingkatkan menjadi n kali maka dapat ditentukan berapa besar hambatan multiplier yang diperlukan. Ket V = tegangan yang akan diukurVG = Tegangan maksimum galvanometerRG = Hambatan galvanometerRm = Hambatan multiplier Cara Penggunaan Voltmeter Untuk mengukur tegangan kita harus menggunakan voltmeter yang dipasang paralel terhadap komponen yang kita ukur beda potensialnya. Jadi tidak perlu dilakukan pemutusan penghantar seperti pada amperemeter. Pada rangkaian arus searah pemasangan kutub-kutub voltmeter harus sesuai. Kutub positif dengan potensial tinggi dan kutub negatif dengan potensial rendah. Biasanya ditandai dengan kabel yang berwarna hitam dan merah atau biru. Bila pemasangan terbalik akan terlihat penyimpangan yang arahnya ke kiri. Sedangkan pada rangkaian arus bolak balik tidak menjadi masalah. Setelah voltmeter terpasang dengan benar maka hasil pengukuran harus memperhatikan bagaimana menuliskan hasil pengukuran yang benar Tegangan yang terukur Manfaat Sumber Arus Listrik Bagi Kehidupan Manusia Tentu dengan adanya sumber arus listrik maka penerangan akan di dapatkan. Penerangan seperti lampu tentu membutuhkan sumber arus listrik sehingga penerangan atau lampu bisa menyala. Dengan adanya penerangan atau lampu tentu dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari akan lebih mudah. hampir sama dengan manfaat matahari Selain berfungsi sebagai penerangan, fungsi lain dari arus listrik adalah sumber energi. Karena dengan adanya listri seluruh energi dapat dibangkitkan oleh karen itu listrik sangat penting bagi kehidupan sehari-hari apalagi untuk menunjang aktivitas manusia. Tentu salah satu manfaat sumber arus listrik bagi kehidupan adalah sebagai hiburan. Meskipun bukan sebagai manfaat utama, tapi dengan adanya sumber arus listrik ini maka sumber atau alat yang digunakan untuk hiburan dapat menyala, seperti piano, handphone, radio, tv dan lain sebagainya. Peralatan semua itu membutuhkan sumber arus listrik untuk menyalakannya, tanpa adanya sumber arus listrik maka peralatan yang demikian itu tidak dapat menyala. Dengan adanya hiburan maka seorang individu akan dapat tertawa dan bahagia, karena aktivitas Manfaat tertawa sangat baik pula untuk kesehatan dan kecantikan. Baca Juga Apa itu Kas Kecil hal-hal lain yang dapat menghibur meliputi manfaat mendaki gunung manfaat televisi bagi masyarakat manfaat rekreasi manfaat membaca cerita pendek Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tanpa adanya arus listrik maka alat elektronik tidak dapat berfungsi dengan maksimal, kecuali alat elektronik yang menggunakan energi baterai. Tetapi untuk mengisi energi baterai pun tetap membutuhkan sumber arus listrik untuk tetap bertahan. Untuk itu sumber arus listrik memang sangat memiliki manfaat yang banyak untuk kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan manfaat sosial media Arus listrik dapat menghasilkan gerak. Seperti layaknya kipas angin, kipas angin tidak akan dapat bergerak tanpa adanya aliran arus listrik. Maka dari itu mengapa salah satu manfaat sumber arus listrik disebutkan sebagai penghasil gerak. Karena dengan adanya listrik maka kipas dapat bergerak. Sama halnya dengan ilustrasi dari kipas. Manfaat sumber arus listrik yang lain pun adalah penghasil panas. Dengan adanya arus listrik, maka panas dapat dimunculkan, seperti fungsi oven, magic com, magicjer, dan lain sebagainya yang membutuhkan fungsi sumber arus listrik sebagai penghantar panas. Dengan demikian alat elektronik yang semacam itu akan dapat digunakan dengan baik dan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan aktivitas keseharian tentu tidak dengan mudah terlepas dari benda-benda elektronik. Sebagai ilustrasi saja, ketika ingin menghubungi seseorang membutuhkan handphone untuk melakukan panggilan jarak jauh tersebut, namun jika kondisi handphone habis baterainya dan tidak ada sumber arus listrik maka kegiatan yang semacam itu tidak dapat berjalan. Dengan demikian dibutuhkan sumber arus listrik untuk memperlancar dan membantu aktivitas-aktivitas dalam kehidupan sehari-hari sehingga aktivitas itu akan lebih mudah dilakukan dan lebih efektif serta efisien. Baca Juga Pengertian BUMS Dengan adanya manfaat sumber arus listrik bagi kehidupan sehari-hari ini tentu dapat diambil kesimpulan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan sumber arus listrik untuk menunjang dan mempermudah segala aktivitasnya sehingga segala aktivitasnya dapat berjalan dengan baik dan lebih efisien lagi. Pekerjaan pun akan lebih cepat selesai dan lebih cepat tertangani. Demikianlah artikel dari mengneai Fungsi Voltmeter Pengertian, Cara Penggunaan, Prinsip Kerja, Manfaat Bagi Manusia,s emoga artikel ini bermanfaat bagi anda smeuanya. AMPEREMETER DAN VOLTMETER ARUS SEARAH DC Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Praktikum mata kuliah Fisika Dasar II Dosen Pengampu Dr. Chaerul Rachman, Ea Cahya Septia Mahen, Dian Rahmatuloh 1152070020 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI Semoga senyum tuhan selalu menyertai aktifitas kita selaku khalifah di muka bumi hingga nafas terakhir tersenyum berpapasan tuhan. Puji dan syukur mari kita panjatkan kepada dzat alloh SWT. yang maha kuasa. Karena-Nya lah penulis dapat menyelsaikan makalah yang berjudul amperemeter dan voltmeter arus searah DC. Solawat dan salamnya semoga tetap tercurah limpahkan kepada nabi muhammad SAW. Tujuan saya membuat makalah ini ialah untuk melengkapi nilai praktikum Fisika Dasar II tentang Arus Searah DC. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini, khususnya kepada dosen pembimbing mata kuliah Fisika Dasar II, bapak Ea Cahya Septian Mahen, yang telah membimbing saya. Semoga amal baik bagi semua pihak yang telah membantu selama penyusunanan makalah ini, dicatat oleh Allah SWT sebagai amal sholeh. Amiin.. Dalam pembuatan makalah ini saya sadar bahwa makalah ini sangatlah kurang dari kesempurnaan. Maka saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak untuk perbaikan di masa yang akan datang. Jenis arus listrik terbagi menjadi dua, yaitu arus listrik searah atau DC Direct Current dan arus listrik bolak-balik atau AC Alternating Current. Pada arus listrik bolak-balik muatan listrik mengalir dalam dua arah bolak-balik. Sedangkan arus listrik searah, muatan listriknya hanya mengalir dalam satu arah. Setiap alat ukur arus listrik atau amperemeter memiliki karakteristik yang berbeda, baik arus listrik maksimum yang didapat atau skala yang tertera pada amperemeter. Cara membaca skala pada amperemeter adalah dengan menggunakan rumusan Hasil pengukuran = skala yang ditunjuk skala maksimum x batas ukur. Amperemeter perlu dirangkai secara seri terhadap kuat arus yang ingin diukur. Hal ini disebabkan arus tidak akan berubah jika melalui rangkaian seri dan akan terbagi jika melalui rangkaian parallel. Walaupun kuat arus pada rangkaian seri tidak berubah, akan tetapi peletakan amperemeter pada rangkaian tersebut akan mempengaruhi pengukuran. Adapun rumusan permasalahannya ada sebagai brikut 1. Apa pengertian arus searah DC? 2. Apa pengertian, fungsi, amperemeter dan voltmeter DC? 3. Bagaimana contoh penerapan arus searah dalam kehidupan sehari-hari? 4. bagaimana cara menyusun rangkaian arus searah DC dengan menggunakan amperemeter dan voltmeter? C. Manfaat Manfaat yang diperoleh dari praktikum yang dilakukan adalah 1. Untuk mengetahui bagaimana prinsip kerja dari amperemeter dan voltmeter, sehingga dapat mengaplikasikannya dan mengembangkan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 2. Untuk mengetahui cara menyusun rangkaian arus searah pada amperemeter dan voltmeter. 1. Arus searah DC Arus searah DC adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik yang lebih rendah. Pada umumnya sumber arus listrik searah adalah baterai seperti aki dan elemen volta dan juga panel surya. Selain dari aki sumber arus searah didapat juga melalui arus bolak balik yang yang dirubah menjadi arus searah yaitu dengan menggunakan penyearah Rectifier. Arus searah biasanya mengalir pada sebuah konduktor. Dahulunya arus listrik searah dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung sumber positif ke ujung sumber negatif. Pengamatan-pengamatan yang lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif elektron yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Aliran elektron ini menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif, yang “tampak” mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Arus listrik searah banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga, hal ini karena komponen elelktonika sebagian besar adalah menggunakan arus searah. Contoh peralatan yang menggunakan arus listrik searah yaitu kalkulator, remote control, jam, dan lampu senter, dll. Kuat arus didefinisikan sebagai jumlah muatan yang mengalir melalui penampang suatu kawat penghantar persatuan waktu. Secara sistematisnya kuat arus dituliskan sebagai berikut i = kuat arus listrik A Q = jumlah muatan yang mengalir C t = waktu s 1 A = 1 C/s 2. Amperemeter dan voltmeter Untuk mengukur kuat arus listrik dalam suatu penghantar dapat dilakukan dengan menggunakan amperemeter. Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur mengukur kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Amperemeter dihubungkan seri dengan rangkaian. Untuk mengukur tegangan suatu penghantar dapat dilakukan dengan menggunakan voltmeter. Volmeter digunakan untuk mengukur tegangan listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter dihubungkan pararel dengan rangkaian. B. Penerapan Arus Searah Dalam Kehidupan Sehari-Hari Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemanfaatan listrik AC dan DC diantaranya adalah a. Dari pembangkit listrik menuju ke pelanggan yaitu rumah tinggal, pertokoan, industri maupun instansi. Arus AC juga dapat diubah menjadi arus DC dengan memakai Trafo. Arus listrik DC dikirim/ditransmisikan melalui sistem jaringan bertegangan tinggi. Sistem tegangan tinggi dipilih dan bukan sistem arus tinggi sebab berkaitan dengan luas penampang penghantar. b. Pemakaian listrik DC arus searah sebagai sumber tegangan banyak dipakai pada berbagai peralatan elektronik atau otomotif. Lap top, televisi, radio, tape recorder, kamera,dan peralatan lain sering menggunakan listrik DC sebagai power supplynya. C. Cara Menyusun Rangkaian Arus Searah Dengan Amperemeter dan Voltmeter 1. Penggunaan Amperemeter Rangkaian yang akan ditest diatur dalam keadaan “OFF” putuskan rangkaian dengan batterei atau pada hubungan dalam rangkaiannya. Atur saklar knob putar pada skala tertinggi. Hubungkan jarum penduga/probe positif + merah pada pada input +supply sisi baterai dan jarum penduga negatif - hitam pada sambungan input komponen. Nyalakan rangkaian beban dan perhatikan penyimpangan yang ditunjukkan oleh jarum meter. Jika pembacaan meter berada di bawah range, matikan rangkaian dan pindahkan saklar putar pada tingkat yang lebih kecil. Dengan demikian akan diperoleh hasil pembacaan yang lebih akurat. Hitung pembacaan meter dengan membaca skala range dan pembagian skala. Cara penyusunannya seperti pada gambar berikut Keterangan E = sumber arus V A = Amperemeter A R = hambatan Ω Rb = Hambatan geser Ω 2. Penggunaan Voltmeter Voltmeter harus dipasang secara paralel dengan sumber tegangan atau peralatan listrik yang akan diukur beda potensialnya teganganya. Maksudnya, kutub positif voltmeter harus dihubunqkan dengan kurub positif sumber tegangan atau alat listrik dan kutub negatif voltmeter harus dihubungkan dengan kutub negatif sumber tegangan atau alat listrik. Cara penyusunannya seperti pada gambar berikut Keterangan E = Sumber arus V = Voltmeter R = Hambatan Ω Rb = Hambatan geser Ω A. Simpulan Arus searah DC adalah aliran elektron dari suatu titik yang energi potensialnya tinggi ke titik yang lebih rendah. Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur mengukur kuat arus yang mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Amperemeter dihubungkan seri dengan rangkaian. Volmeter digunakan untuk mengukur tegangan listrik antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter dihubungkan pararel dengan rangkaian. Pemakaian listrik DC arus searah sebagai sumber tegangan banyak dipakai pada berbagai peralatan elektronik atau otomotif. Lap top, televisi, radio, tape recorder, kamera,dan peralatan lain sering menggunakan listrik DC sebagai power supplynya. Cara penyusunan rangkaian arus searah dengan menggunakan amperemeter seperti pada gambar berikut Keterangan E = sumber arus A = Amperemeter R = hambatan Ω Rb = Hambatan geser Ω Cara penyusunan rangkaian arus searah dengan menggunakan voltmeter seperti pada gambar berikut Keterangan E = sumber arus V = Voltmeter R = hambatan Ω Rb = Hambatan geser Ω B. Saran Alangkah lebih baiknya ketika menyusun rangkaian arus searah harus lebih teliti dan cermat untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan serius atau tidak main – main . 160 Fisika SMAMA X Pikirkan bagaimana cara mengatur lampu pengatur lalu lintas traffic light di kotamu. Buatlah skema pengaturan lampu lalu lintas di suatu perempatan jalan jika diinginkan lampu hijau dan merah menyala selama 1 menit sedang lampu kuning menyala selama 15 sekon. Diskusikan dengan guru fisikamu C. Penggunaan Alat Ukur Listrik Masalah kontekstual Alat-alat listrik di rumah kita masing-masing, seperti lampu, TV, dan tape stereo dicatu dari jaringan kawat listrik PLN bertegangan 220 V. Mengapa alat-alat listrik ini dirangkai secara paralel? Mengapa tidak dirangkai secara seri? Dalam kehidupan sehari-hari, kalian sering menggunakan alat ukur listrik , antara lain alat ukur kuat arus listrik ampere meter, alat ukur tegangan listrik voltmeter, alat ukur hambatan listrik ohmmeter, alat ukur daya listrik wattmeter. 1. Amperemeter Amperemeter adalah alat ukur arus listrik. Amperemeter sering dicirikan dengan simbol A pada setiap rangkaian listrik. Satuan arus listrik dalam satuan SI adalah ampere atau diberi simbol A. Amperemeter harus dipasang seri dalam suatu rangkaian, arus listrik yang me- lewati hambatan R adalah sama dengan arus listrik yang melewati amperemeter tersebut. Pada gambar ampere- meter juga mempunyai hambatan sehingga dengan disisipkannya ampere-meter tersebut menyebabkan arus listrik dalam rangkaian sedikit berkurang. Idealnya, suatu amperemeter harus memiliki hambatan yang sangat kecil agar berkurangnya arus listrik dalam rangkaian juga sangat kecil. Komponen dasar suatu amperemeter adalah galvano- meter, yaitu suatu alat yang dapat mendeteksi arus kecil yang melaluinya. Galvanometer mempunyai hambatan yang sering disebut sebagai hambatan dalam galvanometer, R g . Kewirausahaan Gambar Penggunaan amperemeter untuk mengukur arus listrik Di unduh dari 161 Fisika SMAMA X Amperemeter mempunyai skala penuh atau batas ukur maksimum. Dalam kenyataannya kita harus mengukur arus listrik yang nilai arusnya jauh lebih besar dari batas ukur maksimumnya. Susunan suatu amperemeter dengan menggunakan galvanometer jika dipakai untuk mengukur arus yang lebih besar dari batas ukurnya maka harus dipasang suatu hambatan paralel terhadap galvano-meter sebagai amperemeter ditunjukkan pada Gambar Jika arus yang akan diukur I = nI G maka arus yang melalui hambatan pada galvanometer adalah I G , sedang arus melalui hambatan yang dipasang paralel adalah n - 1 I G . Dengan menggunakan Hukum I Kirchhoff maka diperoleh Pada hubungan paralel maka beda potensial sama, maka I G R g = n 1 I g .R p Sehingga R P = .... dengan R P adalah hambatan paralel, dan R G adalah hambatan dalam galvanometer amperemeter. Gambar Susunan suatu amperemeter dengan menggunakan galvanometer G dengan hambatan dalam R g dan suatu hambatan R p Di unduh dari 162 Fisika SMAMA X 2. Voltmeter Voltmeter adalah alat ukur tegangan listrik. Voltmeter sering dicirikan dengan simbol V pada setiap rangkaian listrik. Voltmeter harus dipasang paralel dengan ujung-ujung hambatan yang akan diukur beda potensialnya. Penggunaan voltmeter untuk mengukur beda potensial listrik ditunjukkan pada Gambar Satuan beda potensial listrik dalam satuan SI adalah volt atau diberi simbol V. Volt- meter sendiri mempunyai hambatan sehingga dengan disisipkannya voltmeter tersebut menyebabkan arus listrik yang melewati hambatan R sedikit berkurang. Idealnya, suatu voltmeter harus memiliki hambatan yang sangat besar agar berkurangnya arus listrik yang melewati hambatan R juga sangat kecil. Komponen dasar suatu voltmeter adalah galvanometer. Galvanometer mempunyai hambatan yang sering disebut sebagai hambatan dalam galvanometer, R g . Susunan suatu Sebuah amperemeter dengan hambatan dalam R A = 25 ohm mempunyai batas ukur maksimum 10 mA. Berapa besar hambatan paralel yang harus dipasang agar amperemeter ini dapat digunakan untuk mengukur arus listrik yang besarnya 1 A? Penyelesaian Batas ukur amperemeter maksimum I A = 10 mA = 10 2 A dan arus listrik yang akan diukur 1 A. Perbandingan antararus listrik yang diukur dengan arus amperemeter maksimum Dengan menggunakan persamaan sehingga diperoleh Contoh Soal Gambar Penggunaan voltmeter untuk mengukur beda potensial listrik Di unduh dari 163 Fisika SMAMA X Gambar Susunan suatu voltmeter dengan menggunakan galvanometer G dengan hambatan dalam R g dan suatu hambatan R S voltmeter dengan menggunakan galvanometer ditunjukkan pada Gambar Voltmeter mempunyai skala penuh atau batas ukur maksimum. Dalam kenyataannya sering kita harus mengukur tegangan listrik yang nilai tegangannya jauh lebih besar dari batas ukur maksimumnya. Susunan suatu voltmeter dengan menggunakan galvanometer jika dipakai untuk mengukur tegangan yang lebih besar dari batas ukurnya maka harus dipasang suatu hambatan seri R S terhadap galvanometer se- bagai voltmeter ditunjukkan pada Gambar Jika tegangan yang akan diukur V = n V g maka arus yang melalui hambatan pada galvanometer adalah I g yang sama. Besar hambatan R S yang harus dipasang adalah n V g = V S + V g , karena arus sama besar maka n R g = R S + R g atau R S = n - 1 R g .... dengan R S = hambatan seri dan R g hambatan dalam galva- nometer voltmeter. Contoh Soal Sebuah voltmeter dengan hambatan dalam R V = 10 kV mempunyai batas ukur maksimum 100 V. Jika voltmeter ini akan dipakai untuk mengukur beda potensial sampai V = 1000 V maka hitunglah besar hambatan seri yang harus dipasang pada voltmeter tersebut. Penyelesaian Perbandingan antara beda potensial yang akan diukur dengan batas ukur maksimum voltmeter R S R g Di unduh dari 164 Fisika SMAMA X Dengan menggunakan persamaan sehingga diperoleh hambatan seri R S R S = n - 1 R G = 10 - 1 10 kV = 90 kV R X 3. Ohmmeter – Cara memasang dual digital Voltmeter plus Ammeter ke panel listrik atau sekedar charger aki semakin praktis dengan hadirnya volt meter dan am meter digital. Namun, banyaknya design menyebabkan pemasangan tidak bisa diseragamkan dan cenderung membuat bingung sebagian jika memahami fungsi setiap kabel peralatan tersebut, maka masalah ini hampir bukan lagi menjadi masalah. Tetapi malah dapat menemukan meteran yang paling fleksibel dengan makin banyaknya kabel yang Memasang Dual Digital Voltmeter Plus AmmeterTerdapat 2 jenis utama Voltmeter digital yang tersedia di pasaran yaitu Jenis Voltmeter Digital Jenis Volt Meter + Ammeter Amper Meter DigitalJenis Voltmeter DigitalJenis voltmeter digital berfungsi hanya untuk mengukur voltase atau menunjukan voltase dari suatu peralatan dan hanya voltase saja yang Voltmeter digital yang tersedia di pasaran dapat dibagi dalam 2 model yaitu Voltmeter 2 Kabel. Voltmeter 3 2 KabelJenis volt meter ini menggunakan 2 buah kabel sebagai input untuk mengukur voltase. Jenis ini sangat praktis mengingat hanya terdapat 2 buah kabel pada voltmeter. Dengan hadirnya jenis ini, pekerjaan pemasangan voltmeter hampir tidak ada masalah berarti karena hanya perlu menghubungkan kabel merah dan kabel hitam sesuai dengan polaritas ke peralatan. Selesai memasang, voltmeter langsung dapat menunjukan voltase yang bekerja pada peralatan 3 KabelJenis ini biasanya terdiri dari kabel merah, hitam dan satu kabel dengan warna lainnya. Perbedaannya adalah ketika kabel merah dan hitam dipasangkan pada peralatan listrik, voltmeter hanya menyala dan menunjukkan 00 volt. Kedua kabel tersebut sebenarnya hanya kabel untuk menghidupkan lampu kecil yang berfungsi sebagai penerangan pada peralatan dapat mengukur tegangan yang sedang bekerja, diperlukan kabel ke 3 . Kabel tersebut harus dihubungkan ke kutup positif peralatan yang akan diukur voltasenya. Jika menggunakan 1 sumber listrik, maka kabel tersebut dapat digabung dengan kabel jika menggunakan 2 buah sumbel listrik, maka kabel tersebut harus dihubungkan ke kutup positif power supply kedua, sehingga menunjukan voltase power supply ke 2 .Jenis ini memungkinkan untuk mengukur tegangan yang berbeda dengan tegangan supply lampu, sehingga biasanya memiliki range pengukuran yang lebih luas hingga ini karena keterbatasan daya tahan lampu yang dirancang hanya mampu disupply dengan voltase di bawah 30VDC, sedangkan kemampuan pengukuran sebenarnya dapat lebih dari voltase Volt Meter + Ammeter Amper Meter DigitalJenis ini merupakan perpaduan 2 pengukuran dalam satu peralatan yaitu pengukuran voltase dan pengukuran amper. Kedua kabel biasanya terpisah dalam 2 buah socket yang terdiri dari 3 kabel kecil dan 2 kabel kabel kecil adalah untuk pengukuran voltase, sehingga cara pemasangan dapat mengikuti cara di atas. Sedangkan pemasangan kabel besar harus terhubung secara seri dengan sumber sederhananya adalah dengan memutus salah satu kabel sebelum ke peralatan, lalu kedua ujung yang diputuskan tersebut dihubungkan ke masing-masing satu kabel dari Kabel Kecil – Kabel Merah menunjukkan kutup positif + Power Suplay – Kabel Hitam menunjukan kutup negatif - Power Suplay – Kabel Kuning menunjukkan kutup positif + Power Supply Beban dalam pengukuran teganganSoket Kabel Besar – Kabel merah dihubungkan ke negatif beban – Kabel hitam dihubungkan ke negatif Power Cara Memasang Digital Voltmeter AmmeterAgar lebih mudah memahami cara pemasangan, berikut ini terdapat sebuah video sederhana yang mungkin dapat membantu pemahaman secara beban maksimum yang bisa diukur. Untuk beban yang besar, biasanya akan memerlukan Shunt atau Trafo CT. Demikian sekilas cara memasang dual digital Voltmeter plus Ammeter yang pada umumnya dapat ditemukan di pasaran, semoga

aplikasi voltmeter dan amperemeter dalam kehidupan sehari hari